Rabu, 11 November 2009

Tafsiran KELUARAN 23 : 10 – 12


KELUARAN 23 : 10 – 12

Pengantar

‘Keluaran‘, dalam bahasa Yunani adalah ‘exodos’ yang berarti ‘Pergi ke luar; Keluaran’ kitab ini adalah kitab kedua dalam Perjanjian Lama ( Pentateukh ). Kitab keluaran mencatat sejarah kehidupan bangsa Israel yang dapat dikatakan bangsa yang tegar tengkuk, dalam hal ini kitab Keluaran berisikan pengajaran Allah yang Ia berikan langsung kepada mereka melalui sejumlah peristiwa yang dialami bangsa Israel pada waktu itu, terutama tentang penyertaan Allah kepada bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan ( Mesir ) menuju ke tanah perjanjian Allah sebagai bukti penyataan Allah dan Kasih Allah kepada manusia. Di dalam kitab ini juga tercatat tentang perjanjian antara Allah dengan bangsa Israel serta Hukum Taurat yang diberikan kepada bangsa Israel, dan hukum-hukum lain yang terdapat di bangsa Israel. Tidak sekadar hal-hal tersebut di atas tetapi kitab keluaran mencatat juga daftar ringkas keturunan Israel. hal-hal di atas merupakan tema kitab ini secara keseluruhan.
Penulis kitab ini adalah Musa dan diduga tulisan kitab Keluaran ini berasal dari abad 13 sM .
Hukum Taurat adalah sesuatu yang penting bagi umat Israel dan hal ini sangat disoroti di dalam kitab Keluaran. Bagi bangsa Israel Hukum taurat dan hukum-hukum lain di dalam bangsa Israel merupakan sesuatu yang wajib untuk dilakukan bahkan untuk memperoleh keselamatan seseorang Yahudi harus tunduk pada Hukum Taurat.



Konteks
Nama Keluaran diambil dari peristiwa pokok yang diceritakan dalam buku ini, yaitu keluarnya bangsa Israel dari Mesir, tempat mereka diperbudak. Dalam buku ini ada tiga bagian yang penting:
 Pembebasan orang Ibrani dari perbudakan dan perjalanan mereka ke Gunung Sinai.
 Perjanjian Allah dengan umat-Nya di Sinai. Kepada bangsa Israel diberikan hukum- hukum moral, sipil dan keagamaan untuk pedoman hidup.
 Pembuatan tempat beribadat dengan segala peralatannya untuk bangsa Israel; peraturan-peraturan untuk para imam dan cara beribadat kepada Allah.
Kitab ini mengisahkan apa yang dilakukan Allah pada waktu Ia membebaskan umat-Nya yang diperbudak, lalu membina mereka menjadi suatu bangsa yang mempunyai harapan bagi masa depan. Tokoh utama dalam buku ini adalah Musa, orang yang dipilih Allah untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir. Bagian yang paling terkenal dari buku ini ialah daftar Sepuluh Perintah dalam Pasal 20.
Pada pasal 23 merupakan kelanjutan dari pasal-pasal sebelumnya, karena berbicara mengenai peraturan-peraturan baik itu peraturan mengenai hak budak ( Keluaran 21 : 1-11 ), peraturan mengenai jaminan nyawa ( Keluaran 21 : 12-36 ), peraturan mengenai jaminan harta milik orang lain ( Keluaran 22 : 1-14 ), peraturan-peraturan sosial ( Keluaran 22 : 15- ; 23 : 1-9 ) dan terakhir peraturan tentang hal-hal yang religius ( Keluaran 23 : 10-19 ). Ada peraturan-peraturan karena bangsa Israel suka bersungut-sungut kepada Allah, di perjalanan menuju tanah yang dijanjikan Allah kepada bangsa Israel .
Allah menginginkan adanya perjanjian antara Allah dengan Musa. Menurut tradisi Y,Musa adalah wakil bangsa Israel yang ditunjuk secara langsung oleh Allah untuk menerima perwahyuan dan meneruskannya kepada umat-Nya ( Keluaran 19 : 10 ). Sedangkan menurut tradisi E, umat Allah memilih Musa untuk menjadi wakil bangsa Israel untuk dapat bertemu dengan Allah ( Keluaran 20 :19 ). Oleh karena itulah Musa sebagai wakil bangsa Israel, masyarakat Israel, memahami hari ke tujuh merupakan hari istirahat sama seperti Allah yang menciptakan dunia ini, yang di mana Allah berisirahat pada hari ketujuh. Dan menurut orang Yahudi, dengan berisirahatnya Allah berarti menginginkan adanya perjanjian untuk mengkuduskan hari sabat, yakni hari ketujuh.
Jika kita berbicara mengenai pasal ke sepuluh, maka kita akan menemukan kata enam tahun lamanya,. Berdasarkan kata tersebut kelompok berpendapat jika enam tahun lamanya, berbicara mengenai enam hari lamanya kita bekerja dan membutuhkan peraturan untuk mengikatkan diri dengan Allah, yakni mengkuduskan hari sabat. Adanya peraturan untuk mengkuduskan hari sabat ini, disebabkan karena bangsa Israel sering mempekerjakan perempuan,budak,orang asing bahkan seekor binatang untuk tetap beraktifitas di hari sabat.Dengan demikian Musa sebagai wakil bangsa Israel diberikan berbagai macam peraturan oleh Allah kepada bangsa Israel, salah satu mengkuduskan hari
Penafsiran
Keluaran 23: 10-12
23:10 Enam tahun lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya.
Dalam bahasa ibrani tanah dikatakan sebagai ‘erets’. Menurut versi King James tanah tersebut ditulis dengan land. Land berarti menandakan seluruh tanah dari Kanaan. Sedangkan untuk kata mengumpulkan dalam bahasa ibrani menggunakan kata ‘asap’. Asap yang diartikan dengan mengumpulkan ini menunjukan kata kerja yang berarti hasil tanah tersebut dikumpulkan ke dalam gudang penyimpanan bukan mengumpulkan dalam arti menuai (reaping).
23:11 tetapi pada tahun ke tujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin diantara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kau lakukandengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu.
Pada tahun ke tujuh orang-orang tanpa kecuali baik itu budak maupun tuan tanah Israel diharuskan untuk meninggalkan dan melepaskan seluruh pekerjaan yang telah mereka lakukan selama enam tahun. Para budak ini juga melepaskan (berhenti untuk sementara) dari seluruh pekerjaannya. Tanah dan binatang yang dipakai untuk bekerja juga harus berhenti untu beristirahat. Hal ini supaya tanah yang tandus, kering itu kembali menjadi subur kembali seperti awal penciptaan pada hari yang ke tujuh. Orang-orang ini tidak mengurus tanah dan hasilnya melainkan hasil dari tuaian tanah tersebut dibiarkan untuk dimakan binatang. Binatang yang dimaksud seperti rusa.
23:12 Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ke tujuh haruslah engkau berhenti supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.
Seperti Allah pada saat menciptakan alam semesta dan manusia, Ia juga beristirahat pada hari yang ke tujuh. Demikian juga manusia yang telah bekerja dan menuai enam tahun lamanya membutuhkan waktu untuk beristirahat pada tahun yang ke tujuh, baik itu mereka yang mempunyai tanah, para pekerjanya, binatang-binatang yang dipakai maupun tanah. Allah dijadikan sebagai suatu contoh bagi manusia untuk mengingat bahwa manusia butuh istirahat untuk melepaskan lelah dan memulihkan kembali tenaga yang telah terkuras habis selama enam tahun dalam melakukan pekerjaannya terkhusus bagi para budak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar