Rabu, 11 November 2009

Manusia Menurut Aliran Paguyuban Sumarah

Manusia Menurut Aliran Paguyuban Sumarah
Paguyuban Sumarah merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil, dengan pemimpinnya bernama R. Ng. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. Pada akhir tahun 1940-an gerakan itu mulai mundur, namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115.000 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. Tujuan aliran tersebut ialah tercapainya hidup tenteram dan damai dengan penyerahan diri. Pokok ajarannya adalah bersujud, karena dengan bersujud manusia secara pribadi dapat bersatu dan bersekutu dengan Tuhan.
Seperti aliran lainnya aliran paguyuban sumarah mempunyai pandangan yang berbeda juga tentang manusia. Paguyuban Sumarah memandang manusia dengan bagian-bagian yang terdiri atas; Badan wadag (jasmani), Badan nafsu, dan Jiwa atau roh. Badan Wadag berasal dari substansi yang berasal empat anasir yaitu; tanah, air,api dan angin. Menurut aliran ini bila ada seseorang yang meninggal maka badan wadagnya akan dikubur atau dibakar, hingga demikian badan tersebut kembali kepada asalnya. Dalam badan ini juga terdapat bagian yaitu pancaindera, yang mana bagian ini dikuasai oleh pikiran dan dari pikiran akan timbul yang namanya angan-angan. Dan memori kita akan disimpan oleh angan-angan tersebut.
Badan nafsu berasal dari Allah melalui perantaraan iblis dan akan dikembalikan kepada asalnya juga. Badan inilah yang dapat dikatakan penentu akan tingkah laku manusia, baik atau jahatnya. Karena badan ini berasala dari Allah tetapi dengan perantara iblis. Dalam badan inilah setiap keinganan manusia berasal yang buruk maupun baik. Dalam badan nafsu ada empat unsur yang yang terdiri didalamnya, yaitu, mutma’inah ialah sumber segala perbuatan yang baik dan semangat dalam mencari Allah. Ammarah (sumber akan kemarahan) suwwiyah, yaitu sifat erotis dan yang terakhir lawwamah yang artinya sifat yang mementingkan diri sendiri. Dari keempat unsur ini atau pusatnya adalah suksma yaitu jiwa manusia yang tidak memiliki jasad.
Jiwa atau roh, adalah bagian yang ketiga dari manusia. Jiwa atau roh ini ialah berasal dari Allah, dan sama seperti kedua bagian manusia di atas, jiwa atau roh tersebut akan kembali pula ke asalnya menurut aliran kebatinan Paguyuban Sumarah. Jiwa adalah bagian dari manusia yang paling utama. Karena jiwa atau roh ialah yang menciptakan ada perasaan dan gerak bagi bagian pertama dan kedua dari manusia.
Manusia adalah ciptaan yang berbeda dari seluruh mahluk yang ada dibumi. Dalam kitab perjanjian lama tepatnya pada kitab Kejadian ditulis bahwa manusia diciptakan dari debu dan tanah serta serupa dengan gambar Allah. Jika dalam aliran paguyuban sumarah dijelaskan bahwa manusia terdiri dari badan wadag(jasmani), badan nafsu dan jiwa atau roh. Allah memberikan roh atau napas kepada manusia untuk hidup dan jika manusia itu meninggal maka roh tersebut akan kembali ke asalnya. Dalam kitab kejadian 2:7 “ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup.
Dalam pemahaman tentang manusia dari aliran paguyuban sumarah dengan ajaran Kristen tidak terlihat berbeda. Ajaran Kristen mengenalkan penciptaan manusia melalui laki-laki kemudian dari tulang rusuknyalah diciptakan perempuan. Aliran kebatinan tersebut tidak menjelaskan siapa terdahulu yang diciptakan atau memang bersamaan. Dalam alkitab Tuhan Allah menciptakan manusia dalam harinya yang ke enam, sebelumnya Ia menciptakan bumi dan segala isinya dalam lima hari.
Setiap agama dan ajaran memiliki pandangan yang berbeda-beda dan pada umumnya perbedaan itu mempunyai makna yang sama. Baik Kristen, Islam, Hindu dan Budha, akan memiliki pandangan sendiri dalam mengartikan manusia. Bagaimana manusia diciptakan dan bagaimana jika manusia tersebut mati, semua pasti mempunyai jawaban sendiri.
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling unik dan berbeda dengan ciptaan lainnya. Manusia dapat berpikir dan mempunyai akal budi yang tidak dimiliki oleh binatang atau tumbuhan. Bagaimanapun kembalinya, yang patut diingat adalah bahwa manusia ciptaan Tuhan dan serupa dengan gambarNya.

DAFTAR PUSTAKA
Dr. Harun Hadiwijono, Konsepsi tentang Manusia dalam Kebatinan Jawa,( Jakarta: Sinar Harapan), 1979.
Dr. Maurice Bucaille, Asal-Usul Manusia menurut Bibel, Al-quran, Sains,( Bandung: MIZAN), 2000.

Dari sumber lain;
Tempo Majalah Berita mingguan, Ratusan Jalan Mencari Tuhan, 29/XVII 19 September 1987, (Jakarta: Tempo, 1987), 15 desember 2008, pukul 14:10 wib.
Berdasarkan internet Google.com, Arsip Budaya kebatinan, 15 desember 2008, pukul 14;10 wib.
Berdasarkan internet Google.com, Javanese Religion, 15 desember 2008, pukul 15:00 Wib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar