Rabu, 11 November 2009

SEMUA ADALAH IDEA


SEMUA ADALAH IDEA

I. Riwayat Hidup Plato
Plato dilahirkan di Athena pada tahun 427 s.M. dan meninggal di sana pada tahun 347 s.M. pada usia 80 tahun. Dia berasal dari keluarga bangsawan yang kehidupan keluarganya berpengaruh dalam politik Athena. Dia memiliki banyak keahlian diantaranya senam, mengarang, menyatukan dan ilmu, dan filosofi. Sekitar tahun 387 s.M. Plato mendirikan sebuah sekolah filsafat yang bernama Akademia.
Cara Plato mengajar ialah berjalan-jalan di kebun: juga dalam mengajar seperti itu ia teruskan system dialog, bersoal-jawab sepeti yang dikemukakan Sokrates. Plato memiliki banyak tulisan yang berbentuk dialog dan belum lagi dihitung yang berbentuk puisi dan surat.

II. Ajaran Tentang Idea
Idea berasal dari kata bahasa Yunani, yaitu Wid yang berarti melihat dengan menggunakan mata kepala, menatap dengan mata batin, dan mengetahui.
Pandangan filosofi Plato yang paling menarik adalah pendapatnya tentang idea. Plato berpandangan bahwa dunia ini terbagi menjadi dua dunia, yaitu dunia yang tebuka untuk logika kita dan dunia yang terbuka bagi pancaindera kita. Dunia pertama terdiri dari Ide-ide dan dunia kedua adalah dunia jasmani. Pada awalnya, idea itu hanya dipandang sebagai teori logika saja tetapi meluas menjadi pandangan hidup, menjadi dasar umum bagi ilmu dan politik sosial, dan mencakup pandangan agama.
Plato menganggap bahwa idea bukan hanya sebagai pengertian jenis, tetapi dianggap merupakan bentuk dari yang sebenarnya. Idea yang timbul bukan berasal dari dari pikiran saja, tetapi timbul dari sebuah realita yang tejadi di dunia. Pendapat Plato dan Parmenides memiliki kesamaan mengenai dunia. Dalam pendapatnya kedua tokoh tersebut menganggap bahwa dunia tidak bertubuh dan adanya yang satu, kekal, dan tidak berubah-ubah. Dunia yang bertubuh adalah dunia yang terlahir, di dalamnya terdapat barang-barang yang dapat dilihat oleh mata dan dapat disentuh oleh fisik manusia yang pastinya dapat berubah-ubah menurut waktunya dan berpindah tempat. Dunia yang tidak kelihatan dan dunia yang tidak bertubuh adalah dunia idea. Dunia yang bertubuh adalah dunia yang dapat diketahui dengan pandangan dan pengalaman. Dalam dunia yang bertubuh semua unsur yang ada di dalamnya dapat berubah bentuk dan berpindah tempat. Di dunia yang bertubuh tidak ada unsur yang sifatnya kekal. Belum cukup jika hanya menggunakan pandangan dan pengalaman hidup. Berhadapan dengan hal itu di dunia yang tidak bertubuh daripada idea, yang lebih tinggi tingkatannya dan yang menjadi obyek dari pengetahuan pengertian. Obyek tersebut tidak akan berubah bentuk dan akan menetap di dalam dunia ide, jika pengertian yang diberikan tepat kepada tujuannnya. Idea merupakan sumber dari pengertian yang sebenarnya.
Ide hanya dikenal oleh rasio, misalnya ide “segitiga”, Ide “manusia”, dan lain sebagainya. Dalam pikiran kita segitiga hanya ada satu tetapi dalam kenyataannya kita dapat berjumpa dengan banyak hal yang berbentuk segitiga.
Menurut Plato, pada awalnya jati diri atau jiwa manusia hidup di dunia idea-idea atau surga dan dunia itu juga dari dunia fana. Apabila dari awal keberadaan kita di dunia ini menganggap bahwa dunia ini adalah fana, maka secara langsung pandangan itu akan terbawa. Seseorang akan memandang dengan batinnya bahwa idea-idea sempurna dan abadi. Misalnya : idea tntang kebaikan, kebenaran, keindahan, keadilan, dan juga idea tentang manusia atau kuda.
Ketika melihat seekor kuda yang bagus, penglihatan itu hanya membuat pengetian yang menarik yang sebenarnya tetapi tidak seluruh gambar muncul. Pemahaman yang baik itu muncul bukan karena gambar dinilai bagus. Menurut Plato, semua yang dilihat dan dipandang apapun penilaiannya baik buruk maupun baik dan di pandang idea, itu semua ideal dan cita-cita. Idea keindahan merupakan idea yang tertinggi. Idea yang tertinggi merupakan suatu bentuk dari bayangan dari dunia nyata. Pandangan dari cahaya yang indah itulah yang membuat jiwa manusia takjub dan ingin kembali ke dunia asal. Yang indah menjadi penghubung yang bekerja kuat antara dunia yang tidak terlihat dan dunia yang lahir.
























KESIMPULAN

Plato menganggap bahwa semua yang di dunia ini hanyalah idea. Dunia ini terbagi menjadi dua, yaitu dunia idea dan dunia jasmani. Dunia idea berada di dalam pikiran kita dan dunia jasmani berada di dalam kehidupan kita sehari dalam tindakan dan praktek-praktek. Dua dunia ini merupakan satu-kesatuan yang saling berhubungan erat.
Dunia idea dan dunia jasmani memiliki hubungan tetapi tidak dapat disatukan. Seperti contoh: kita menganggap Tuhan adalah sebuah idea. Idea yang timbul dalam alam pikiran manusia saja. Hal itu tidak bisa kita samakan, karena Tuhan bukan berasal dari pikiran dan juga bukan pengetahuan kita. Tuhan berasal dari iman kita.




















Daftar Pustaka

Bertens, K. 1998. Ringkasan Sejarah Filsafat, Jakarta: Kanisius
Hatta, Mohhamad. 1982. Alam Pikiran Yunani, Jakarta: Tintamas
Sutrisno, FX. Mudji. 1992. Para Filsuf Penentu Gerak Zaman, Jakarta: Kanisius.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar